Cerita Bli #4 - Diawali Salah Gigit dan Salah Hirup, Sakit Beruntun itu Tiba-Tiba Datang
![]() |
| Sepertinya sakitnya tidak tertahankan |
Hai! Selamat datang kembali di blog ini. Di tengah kesibukan kita, jangan sampai melupakan kesehatan diri. Jangan sampai jatuh sakit, dan membuat kinerja kita dalam menjalani hari menjadi menurun. Kalau sempat, sediakan juga waktu 10-15 menit di pagi hari untuk berolah raga.
Postingan kali ini adalah postingan yang ringan. Jujur, bli tidak bisa menghiraukan blog ini. Karena bagaimanapun, blog ini adalah catatan perjalanan bagi bli. Di tengah kesibukan bli bergelut dengan tugas kuliah, bli selalu meluangkan waktu untuk menulis sesuatu di blog. Untuk saat ini, target bli adalah memosting dua tulisan setiap minggu. Bli akan tetap menjaga komitmen itu demi keberlangsungan blog ini, dan juga sebagai bentuk komitmen bli kepada para pembaca sekalian. Dengan rutin memosting tulisan di blog, bli berusaha untuk terus menjaga komunikasi dan interaksi bli dengan para pembaca. Namun, karena minggu ini adalah minggu yang sibuk bagi bli, jadi bli akan membahas topik yang ringan saja. Topik untuk postingan kali ini berkaitan dengan kesehatan, yang mana, mungkin pernah kalian alami juga. Baiklah, bli akan langsung masuk ke pertanyaan.
Apakah kalian pernah mengalami sakit yang beruntun? Bli mengalaminya selama dua minggu terakhir ini. Pada minggu pertama, masalah mulut dan gigi bli kambuh. Setelah masalah pertama itu sembuh, di minggu berikutnya, bli malah terkena radang tenggorokan. Dan syukurlah, sekarang, tepat pada saat bli menulis postingan ini, bli telah sembuh seutuhnya.
Masalah Mulut dan Gigi
Masalah mulut dan gigi yang bli alami ini, muncul akibat tumbuhnya gigi bungsu/gigi pangkal bli. Gigi bungsu bli ini sebenarnya mulai tumbuh pada pertengahan Oktober 2022. Pertumbuhan gigi bungsu bli yang bermaslah adalah gigi bungsu bagian bawah. Lokasinya tepat pada gigi bungsu bawah bagian sisi kanan dan kiri. Karena pertumbuhannya bermasalah, gigi bungsu bli yang bagian kiri kemudian dicabut melalui tindakan operasi. Saat ini, bagian mulut bli yang dioperasi itu sudah pulih sepenuhnya. Sayangnya, pada waktu itu bli tidak langsung mencabut juga gigi bungsu bli yang di sisi kanan. Efeknya baru terasa saat ini. Sebenarnya efeknya tidak terlalu mengganggu. Efek yang terasa adalah rasa nyeri yang muncul, jika gigi bungsu itu bli gunakan untuk menggigit. Rasa nyeri itu juga tidak berlangsung lama. Bli cukup berkumur dengan air biasa untuk membersihkan sisa makanan di bagian itu. Setelah itu nyerinya pun hilang. Tapi setelah sekian lama waktu berlalu, tepatnya di minggu lalu, efek yang muncul mulai terasa mengganggu.
Hal itu bermula ketika bli memakan roti yang bli beli di mini market. Pada masa-masa itu, memang kondisi mulut bli, khususnya pada daerah tempat tumbuhnya gigi bungsu itu sangat rawan. Bagian itu mulai rawan nyeri, terutama saat bli tidak sengaja menggunakan gigi bungsu itu untuk mengunyah. Hal itulah yang terjadi saat bli memakan roti itu. Pada gigitan pertama, bli secara spontan menggigit menggunakan gigi bagian kanan bli. Bli secara tidak sengaja memberi tekanan lebih pada gigi bungsu itu. Selanjutnya, mungkin gigitan itu terpeleset, dan bli bisa merasakan bahwa bli telah menggigit gusi bli sendiri. Pada momen itu bli sudah merasa tidak enak. Sudah di daerah itu ada masalah gigi bungsu, sekarang ada bagian gusi yang tergigit juga. Sepertinya bagian itu telah berdarah, rasanya sakit dan tidak nyaman setiap kali bli menggerakan mulut untuk mengunyah. Bli merasa bahwa ini bukanlah masalah yang bisa selesai hanya dengan ditinggal tidur.
Benar saja, keesokan harinya, bli merasa gusi bli membengkak, tepatnya pada bagian tempat tumbuhnya gigi bungsu itu. Sebenarnya bli belum memastikan lagi, apakah itu memang gusi, ataukah bagian mulut lainnya. Intinya pada daerah sekitar gusi kanan itu muncul suatu tonjolan. Tonjolan itu membuat bli tidak bisa menutup mulut sepenuhnya. Kondisi itu juga membuat bli cukup kesulitan untuk makan dengan normal. Jadi untuk sementara bli hanya memakan sesuatu yang lembut saja. Jika makanannya bertekstur keras, bli akan memotong-motong dulu agar ukurannya menjadi lebih kecil, dan mudah dikunyah. Untuk makan malam, bli akan memakan roti, atau membuat mie instan. Dua makanan itu termasuk bertekstur lembut dan mudah untuk bli makan. Di samping itu, dan yang terpenting, bli tidak menceritakan masalah ini ke orang tua, karena bli takut mereka menjadi khawatir.
Bli mulai membiasakan diri dengan keadaan saat itu. Tapi ternyata, masalah tidak berhenti sampai di situ saja. Suatu hari bli berkumur, dan merasakan sesuatu yang perih pada pipi bagian dalam. Karena bli sudah berpengalaman, bli bisa langsung menyadari bahwa itu adalah sebuah sariawan. Setelah itu, bli pun menjadi lebih memerhatikan kesehatan mulut dan gigi. Bli mengurangi makanan berminyak, dan menggosok gigi dengan lebih teliti di malam hari. Bli juga memastikan untuk tidak memakan apapun setelah gosok gigi di malam hari. Pada akhirnya, di hari ketiga atau keempat, masalah-masalah mulut dan gigi itu sepenuhnya hilang. Bli senang sekali, setidaknya tidak ada rasa nyeri lagi yang dirasakan sepanjang hari. Meskipun sudah sembuh, bli belum juga berani mengunyah menggunakan gigi-gigi di sisi kanan. Bli takut akan salah gigit lagi, dan masalah sebelumnya kambuh lagi. Setelah sembuhnya masalah mulut dan gigi itu, bli telah siap menjalani hari sebagai sosok yang sehat. Namun, beberapa waktu kemudian, bli mulai merasakan ketidaknyamanan pada tenggorokan. Sebagai orang yang telah berpengalaman, bli langsung menyadari kalau itu adalah radang tenggorokan.
Masalah Radang Tenggorokan
Masalah radang tenggorokan seperti ini pernah bli alami. Yang masih segar diingatan bli adalah, yang terjadi pada bulan November tahun 2023 lalu. Pada waktu itu bli sedang masa-masa mengerjakan Tugas Akhir di kampus, dan terpaksa harus izin kuliah karena radang tenggorokan. Radang tenggorokan yang bli rasakan selalu disertai dengan demam, atau paling tidak hanya disertai badan panas biasa. Hal itulah yang membuat bli terpaksa izin kuliah.
Beberapa hari yang lalu, sebelum artikel ini ditulis, bli mengalami radang tenggorokan. Padahal bli baru saja sembuh dari masalah mulut dan gigi. Awalnya, setelah bli sembuh dari masalah mulut dan gigi itu, bli lanjjut beraktivitas seperti biasa. Bli datang seperti biasa ke Wifi Corner Telkom Sanur. Di tempat ini bli biasa mengerjakan tugas. Bli biasanya menghabiskan waktu di tempat ini kurang lebih 6 jam setiap harinya. Bli biasanya pulang ke rumah larut malam, sekitar jam 11 malam. Ceritanya, pada waktu itu bli pulang larut malam dan dalam keadaan sangat lapar. Masakan di rumah sudah habis, tapi untung saja ada mie instan di dapur. Mie instan itu sedikit berbeda dengan mie instan yang biasanya bli makan. Mereknya memang sama, tetapi bli telah lama tidak memakan mie dengan varian rasa itu. Meski begitu, karena sudah lapar, dan mumpung ada mie gratis, akhirnya bli memasak mie itu.
Masalah kemudian muncul seusai bli makan. Begitu selesai makan, bli merasakan sesuatu yang tidak nyaman di bagian tenggorokan. Ada sensai panas ketika bli menelan sesuatu. Bli langsung sadar kalau itu adalah radang tenggorokan. Ketika sedang radang tenggorokan, badan bli ikut panas, dan bli pun merasa sangat lemas. Pada kondisi seperti ini, bli belum bisa memastikan apa penyebab radang tenggorokan ini. Karena ada beberapa kemungkinan. Apakah karena bli makan saat tengah malam? Ataukah karena varian mie tadi mengandung banyak minyak, yang membuat bli radang tenggorokan? Karena sudah sangat lemas, akhirnya bli lanjut tidur saja.
Keesokan harinya, bli masih merasa lemas, dan sulit bangun dari tempat tidur. Bli masih meraskan sensasi panas dan tidak nyaman di tenggorokan. Perasaan ini sangat tidak mengenakan. Bli masih bertanya-tanya, kira-kira apa yang menyebabkan bli radang tenggorokan kemarin. Namun jika dipikirkan kembali, sebenarnya penyebabnya itu adalah rangkaian hal yang bli lakukan kemarin. Bli memakan mie instan yang berminyak tengah malam, di saat kondisi tubuh yang tidak fit. Memang itulah penyebab yang paling masuk akal. Bli juga sempat mencari informasi lainnya di internet. Salah satu penyebab radang tenggorokan adalah menghirup asap rokok berlebih. Bli langsung menyadari, ketika berada di Wifi Corner Telkom Sanur, bli menjadi perokok pasif. Hampir semua yang datang ke sana adalah perokok aktif. Bli secara tidak sadar menghirup asap rokok mereka secara berlebih. Setelah diingat-ingat, tenggorokan bli kerap kali terasa sakit jika berada di lingkungan dengan banyak perokok. Sama seperti saat bli berada di kampus, maupun lingkungan banjar. Padahal bli selali menggunakan masker, tapi asap rokok itu tetap saja bisa masuk ke hidung.
Dari sumber yang bli baca, radang tenggorokan ternyata membuat kondisi tenggorokan kita menjadi kering. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk disiplin meminum air putih. Bli juga membaca artikel tentang sakit panas. Karena bli kerap kali sakit panas jika salah makan sesuatu dan ketika radang tenggorokan. Menurut informasi yang bli baca, jika kita sakit panas, tubuh kita sedang berusaha membunuh virus atau bakteri, dengan cara menaikan suhu tubuh kita. Kita juga bisa mengonsumsi makanan dan minuman hangat untuk membantu mengoptimalkan proses itu. Tidak lupa juga untuk memberikan kompres hangat pada dahi.
Baik, itu dia cerita pengalaman bli ketika mengalami sakit beruntun beberapa waktu yang lalu. Sakit beruntun ini jarang sekali bli alami, dan biasanya muncul kalau bli sedang dalam keadaan yang banyak pikiran. Namun kini, setidaknya bli telah tahu apa penyebab dari sakit itu, dan bagaimana cara memberikan pertolongan pertamanya. Bagi kalian yang sedang berusaha keras dalam bekerja, atau yang masih belajar, tetaplah jaga kesehatan. Pastikan juga agar kalian selalu membawa air minum dan antibiotik/obat kemana-mana. Hal ini terus bli lakukan, karena hal ini sangat penting. Ini akan membantu memberikan pertolongan pertama, jika sewaktu-waktu kalian merasa tidak enak badan.
Sampai jumpa di cerita bli selanjutnya ya. Terimakasih.
Catatan :
- Pada postingan ini, bli beberapa kali menyebut sebuah tempat bernama Wifi Corner Telkom Sanur. Bli sempat membuat postingan mengenai cerita dan ulasan bli terkait tempat itu. Jika tertarik membacanya, kalian bisa mengunjungi postingan bli mengenai tempat keren itu di sini : Fasilitas Publik yang Bagaikan Rumah Kedua
.jpg)
Jika ingin menanggapi postingan ini, atau ingin membagikan juga pengalaman ketika mengalami sakit beruntun, kalian bisa menuliskannya melalui kolom komentar ya. Terimakasih.
BalasHapus