Ulasan Bli #2 - Layanan Self Service di SPBU Pertamina 51.801.30, dan Pengalaman Mencobanya
![]() |
| Suasana SPBU Pertamina 51.801.30 Saat Malam |
Hai! Selamat datang kembali di blog ini. Apakah teman-teman pernah mendengar layanan self service di SPBU Pertamina? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sudah pernah mendengarnya. Atau bahkan sudah pernah merasakan sendiri dalam penerapan layanan itu.
Di kota tempat tinggal bli yaitu Denpasar, layanan self service SPBU ini telah berjalan lama. Bli mengenal layanan ini mungkin sekitar 5-6 tahun yang lalu. Namun, di Denpasar sendiri ternyata tidak semua SPBU telah menerapkan layanan ini. Salah satu SPBU di Denpasar yang menerapkan layanan self service adalah SPBU Pertamina 51.801.30, yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk no. 142, Sumerta Kelod, kecamatan Denpasar Timur.
Berbeda dengan yang lainnya, SPBU Pertamina ini telah sejak lama konsisten menerapkan layanan self service ini. Secara pribadi, bli juga tidak tahu kenapa hanya SPBU ini saja yang menerapkan layanan tersebut. Bli mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa tujuan dari layanan self service dari SPBU ini.
Bli mengutip dari laman resmi Pertamina melalui situs Kumparan, layanan self service ini memiliki tujuan utama untuk memberikan akses serta transparansi kepada konsumen, sehingga meningkatkan keyakinan konsumen terkait jumlah takaran BBM yang dikeluarkan.
Bli sangat setuju, dan telah merasakan langsung visi yang diupayakan oleh Pertamina tersebut. Bli menjadi lebih tahu tata cara pengisian BBM di SPBU dan lebih yakin akan takaran yang dikeluarkan. Hal ini sangat jelas, karena yang melakukan pengisian BBM itu ya diri bli sendiri.
Pengalaman Menggunakan Layanan Self Service SPBU Pertamina
Karena SPBU dengan layanan self service ini terbatas di kota Denpasar, jadi bli jarang sekali menggunakan layanan ini. Coba tebak berapa kali bli pernah menggunakan layanan ini. Ya, baru 2 kali saja. Pengalaman yang pertama sudah lama sekali ya, bli sampai lupa waktunya. Dan yang kedua kalinya baru beberapa saat lalu, sebelum bli menulis postingan ini.
Selain karena jumlah penyedia layanannya yang terbatas, alasan lain kenapa bli jarang sekali menggunakan layanan ini adalah, karena bli sengaja menghindarinya. Sebelumnya, bli menganggap layanan ini sedikit ribet dan merepotkan. Bli berpikir, kenapa konsumen yang mesti melakukan pengisian, bukannya lebih efektif jika dilakukan oleh petugasnya saja, seperti biasanya? Lagipula, metode yang biasanya juga memiliki input dan output yang sama dengan waktu yang relatif lebih cepat.
Ya itu benar, bli tidak menyangkal pemikiran bli itu. Karena faktanya, pengisian BBM secara self service ini menjadi sedikit lebih ribet. Tapi... Itu hanya terjadi pada awalnya. Dan pada perkembangannya terkini, metode self service ini tidak lagi ribet. Masyarakat telah mulai terbiasa melakukannya. Berbeda dengan dulu sejak layanan ini awal-awal diterapkan. Pada saat pertama kali bli menggunakan layanan self service ini, pengisian BBM menjadi lebih ribet karena bli harus belajar dulu. Apalagi dilengkapi dengan perasaan takut salah dan malu terlihat konyol jika salah menggunakan alat. Dua hal itu, yaitu prosesnya yang menjadi lebih ribet dan perasaan takut salah, adalah hal yang membuat bli menghindari SPBU dengan layanan ini.
Namun kini semuanya sudah berubah. Bli sendiri telah membuktikannya baru saja. Bli juga tidak sengaja mengisi bensin di SPBU Pertamina 51.801.30 tersebut. Sekitar jam 9 malam, bli mendadak harus menyemput adik ke daerah Dangin Puri Kaja. Ternyata bensin bli habis, dan kebanyakan SPBU sudah tutup. SPBU Pertamina 51.801.30 ini salah satu yang masih buka. Bli mengingat kalau di SPBU ini dulu menggunakan layanan self service. Bli biasanya sengaja menghindari SPBU ini karena adanya layanan itu. Jujur saja ada rasa malas dan takut salah melakukannya. Tapi karena tidak ada SPBU lain yang terdekat, bli-pun tidak memiliki opsi lain. Bli berharap layanan self service itu sudah tidak digunakan lagi mengingat dulu prakteknya sangat "amburadul".
Saat giliran bli sudah dekat, bli melihat ternyata layanan itu masih digunakan. Berbeda dengan bli yang dulu. Pada saat ini bli tidak kecewa dan justru respect karena SPBU Pertamina 51.801.30 ini mempertahankan layanan self service ini. Sekaligus menjadi satu-satunya SPBU dengan layanan itu di lingkup daerah ini. Bli juga tidak merasa gugup, tidak ada perasaan takut gagal lagi. Mungkin karena pemikiran bli saat ini sudah lebih dewasa. Giliran bli pun tiba, pengisian BBM berjalan dengan lancar.
Ada beberapa catatan penting yang bli dapat, setelah pengalaman kedua menggunakan layanan self service tersebut. Langsung saja bli jelaskan di bawah, sekaligus menjelaskan tahap-tahap menggunakan layanan self service itu.
Tahapan-Tahapan Menggunakan Layanan Self Service di SPBU Pertamina 51.801.30
Bagi teman-teman yang belum pernah menggunakan layanan self service di SPBU Pertamina, satu hal yang perlu diingat adalah jangan takut salah. Karena kesalahan itu wajar terjadi. Tenang saja, karena operator/petugas akan tetap mendampingi dan memberikan kita pengarahan.
Berikut ini sekalian jelaskan tahapan-tahapan menggunakan layanan self service di SPBU Pertamina.
1. Begitu tiba giliran teman-teman, tuntunlah motor seperti biasa menuju mesin BBM. Setelah itu petugas akan menghampiri teman-teman untuk menanyakan besaran nominal pengisiannya.
2. Sampaikan berapa besaran nominal yang teman-teman inginkan. Setelah itu bersiaplah untuk mengisi BBM. Tapi perlu diingat, jangan dulu mengangkat nozzle-nya (pipa bensinnya itu). Nozzle itu harus tetap berada di posisinya selama petugas belum memberikan instruksi. Pada saat ini, petugas sedang memasukan data, jadi teman-teman menunggu dengan tenang saja.
3. Setelah petugas memberikan instruksi, teman-teman bisa mengangkat nozzle-nya dan arahkan corongnya ke tangki bensin teman-teman. Tekan tombol pada nozzle-nya untuk mengeluarkan cairan BBM. Tekan terus tombolnya hingga cairan BBM itu nantinya berhenti keluar. Ingat cek-cek ke layar mesin BBM-nya. Pastikan nominal dan takarannya sudah tepat. Jika angka nominalnya sudah mencapai besaran yang teman-teman sebutkan tadi, cairan BBM itu akan berhenti secara otomatis.
4. Lepaskan tombolnya, letakkan kembali nozzle pada tempatnya. Pengisian BBM-pun selesai. Selanjutnya teman-teman tinggal melakukan pembayaran.
Menurut bli, pihak Pertamina telah berhasil menjalankan misi layanan self service. Benar saja, bli sebagai konsumen menjadi lebih yakin dengan takaran yang dibeli. Selain itu layanan ini juga memberikan pengalaman baru kepada konsumen. Layanan ini mengenalkan secara langsung kepada konsumen alat-alat yang digunakan dalam pengisian BBM. Konsumen menjadi tahu bagaimana cara menggunakan alat nozzle, karena sudah mengalaminya sendiri. Pengalaman-pengalaman ini sangat penting, meskipun mungkin tidak berdampak langsung bagi kehidupan kita. Pengalaman menggunakan layanan ini juga secara tidak langsung mengajarkan untuk tidak takut salah sebelum mencoba.
Ya, demikianlah postingan kali ini. Semoga postingan ini menyenangkan untuk dibaca dan tentunya dapat memberikan manfaat kepada teman-teman. Tidak pernah bosan bli mengucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi blog ini. Sampai berjumpa pada postingan lainnya.

Hai! Terima kasih karena sudah membaca postingan ini. Silakan gunakan kolom komentar jika teman-teman ingin menanggapi postingan ini.
BalasHapus