Cerita Bli #9 - Pemandangan Itu Tidak Abadi, Pada Akhirnya Kita Harus Sadar dan Mesti Kembali

Cerita Bli #9 - Pemandangan Itu Tidak Abadi, Pada Akhirnya Kita Harus Sadar dan Mesti Kembali
Keindahan pemandangan itu akan berangsur hilang dari pandangan 

Hai! Selamat datang kembali di blog ini. Pada postingan ini, bli akan kembali menyajikan tajuk Cerita Bli, yang kini sudah sampai pada seri ke #9. Pembahasan di postingan kali ini cukup ringan, bersumber dari perasaan kehampaan dalam diri bli. Bli tidak tau, kenapa, dan sejak kapan perasaan ini muncul. Hal yang bli maksud adalah, perasaan kehampaan dan kebingungan saat berjalan-jalan, khususnya ke alam bebas.

Bli adalah salah satu penikmat aplikasi Pinterest. Teman-teman pasti banyak juga yang mengetahui dan menginstal aplikasi ini di ponsel. Dari pengalaman menggunakan, bli bisa menarik intepretasi bahwa Pinterest adalah salah satu media berbagi foto, grafis, ilustrasi, maupun video dengan nilai utama berupa estetika. Maka dari itu, seseorang yang sedang memerlukan hiburan, maupun mencari inspirasi seni visual, biasanya akan membuka aplikasi Pinterest ini.

Bli merasa senang, karena Pinterest ini menyajikan banyak sekali visual-visual yang indah. Salah satu visual yang biasanya bli cari adalah foto-foto maupun gambar hamparan pemandangan. Bli bisa menemukan ribuan hasil foto maupun gambar yang dibuat oleh seniman. Melihat visual-visual pemandangan tersebut, membuat bli berimajinasi, seperti apa jika seandainya bli benar-benar berada di lokasi pemandangan itu. Imajinasi yang muncul sangat beragam, tergantung visual pemandangan yang sedang bli amati. Bli seolah-olah bisa berada di hutan lebat belantara, sebuah hutan dengan danau di tepinya, sebuah taman bunga, hingga di sebuah negeri jamur fantasi. Semua visual pemandangan itu benar-benar memanjakan mata dan perasaan bli. Namun, di sisi lain sebuah pemikiran yang cukup dalam muncul di kepala bli.

Secara logika, rasanya tidak mungkin bli bisa tinggal secara permanen di tempat-tempat seperti itu. Jadi, satu hal yang pasti adalah, kemungkinan untuk menikmati pemandangan seperti itu secara selamanya hampir mustahil. Bli adalah penduduk kota, pemandangan surgawi seperti itu hampir tidak ada di perkotaan. Tentu saja, jika bli ingin menikmati pemandangan seperti itu, satu-satunya cara adalah dengan bli mengunjungi tempat tersebut. Setelah kunjungan itu selesai, maka pemandangan itu pun hilang dari pandangan mata. Dan yang tersisa hanyalah gambaran samar-samar pemandangan itu di dalam pikiran.

Selama bli berjalan-jalan, baik itu ke alam bebas, maupun ke tempat wisata, bli kerap kali bingung mau melakukan apa. Yang jelas, bli terpesona dengan keindahan hamparan alam di tempat tersebut. Namun, bli merasa sedih, karena kenikmatan yang bli rasakan hanya bersifat sementara. Karena mengetahui bahwa hal-hal yang bli rasakan pada saat itu hanya bersifat sementara, bli kadang merasa bingung dan sedikit bosan. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu, bli sering berpikir, 

"Lalu sekarang apa? Apa yang harus dinikmati? Lagipula ini hanya bersifat sementara. Tidak ada hal apapun yang bisa aku bawa pulang dari tempat ini."

Mungkin teman-teman ada yang kurang berkenan dengan pendapat bli di atas. Tapi, begitulah hal yang sering bli rasakan saat berjalan-jalan "tanpa tujuan" ke alam bebas. Dan, oh iya, karena terbiasa melakukan sesuatu di rumah, sering kali bli tidak tau harus melakukan apa saat berjalan-jalan ke alam bebas. Jadi tidak ada yang bisa dilakukan, selain menikmati pemandangan. Tapi bagaimana cara menikmatinya? Memandanginya sampai puas? Sayangnya, itu tidak akan pernah memuaskan. Kemudian dengan mengabadikan momen tersebut dengan memotret? Hmm... meskipun hal itu disebut mengabadikan momen, dan foto itu dapat dilihat kapan pun di masa depan, tetap saja perasaan saat benar-benar berada di tempat itu tidak sepenuhnya terasa.

Lalu cara lainnya bagaimana? Mau mem-videokan? Itu sama saja dengan gambar potret, namun kini bergerak. Bila kita melihat rekaman video itu suatu saat nanti, sensasinya tetap berbeda. Lalu dengan cara apa lagi? Mengeblog? Ya, kalau dipikir-pikir, bagi bli, mungkin aktivitas ini yang cukup dekat dalam membantu bli menikmati kembali sensasi yang sebelumnya dihasilkan. Karena dengan mengeblog, kita perlu merasakan kembali, apa saja yang kita alami selama di tempat tersebut. Hal itu bisa "merangsang" kita untuk menciptakan kembali sensasi yang sebelumnya muncul saat kita berada di tempat tersebut. Namun, setelah blog itu selesai dan terposting, sensasi itu pun bisa saja hilang. Tetap saja tidak berlangsung selamanya. Mungkin perasaan itu bisa kembali muncul jika bli membaca kembali postingan itu, namun itu tidak akan membantu dalam jangka panjang. Yang bli butuhkan adalah, bagaimana caranya agar perasaan damai itu bisa bli rasakan secara abadi.

Mungkin satu-satunya cara adalah dengan tinggal di sana secara permanen. Tapi, itu ide yang tidak baik, itu terlihat lebih ke mengasingkan diri dari khalayak publik. Pada akhirnya, Bli harus bisa menerima bahwa, kesenangan yang bli dapatkan dari melihat pemandangan itu memang hanya sementara. Realita kehidupan ini memang keras, tidak seindah hamparan alam yang membentang memanjakan mata. Meskipun kita bisa mengunjungi tempat yang kita cita-citakan, pada akhirnya kita tetap akan kembali ke tempat asal kita, tempat kita hidup, dan melakukan aktivitas sehari-hari, lalu kembali menjalani realita kehidupan yang keras.

Catatan :

Gambar ilustrasi postingan ini dibuat dengan teknologi AI, menggunakan aplikasi WOMBO Dream - AI Art Generator. Teman-teman bisa menemukan aplikasi ini di Play Store melalui tautan ini : WOMBO Dream - AI Art Generator. Terima Kasih. 

Komentar