Cerita Bli #13 - Kepercayaan Yang Lesu

Cerita Bli #13 - Kepercayaan Yang Lesu
Kepercayaan yang lesu

Om Swastyastu.

Sepertinya Bli kembali mengecewakan seseorang. Kali ini adalah teman lama Bli. Dia adalah seorang teman Bli yang telah lama Bli kenal, yaitu semenjak Bli di SMP. Dia adalah seorang teman yang luar biasa, dan sejujurnya, Bli juga mengagumi dirinya, baik sebagai seorang teman maupun sebagai sesama lelaki. Dia pintar dan punya selera humor yang bagus, dia juga memiliki bakat di bidang musik. Di samping itu, sebagai seorang manusia, tentu dia juga memiliki kekurangan. Namun, Bli sendiri, masih belum tau kekurangan apa yang ia miliki, karena kami berdua tidak sedekat itu. Kami bisa dibilang sebagai teman dekat, tapi, tidaklah sedekat itu. Yang jelas, sebisa mungkin Bli akan ada ada di sisinya, jika ia membutuhkan.

Saat ini, dia adalah seorang pengusaha. Dari yang Bli amati melalui media sosial, selepas lulus dari pendidikan di bidang Refraksi Optik, dia bekerja di beberapa instansi, dan dia memanglah seorang yang ulet. Seiring berjalannya waktu, kini dia mulai menjalankan usaha optik miliknya sendiri. Usaha yang ia jalankan itu berlokasi di daerah Dangin Puri Kangin. Usahanya itu memang masih kecil, karena baru saja dirintis sekitar 1-2 tahun ini. Namun Bli yakin, dengan segala potensi yang teman Bli miliki, usahanya itu pasti akan semakin besar, dan dapat terus berjalan.

Bli sangat senang memiliki teman yang profesional di bidang Refraksi Optik. Karena Bli sendiri pun adalah seorang penggunna kacamata. Bli akan dengan senang hati datang ke optik teman Bli, seandainya Bli memerlukan sesuatu. Tidak jarang, setiap kali kami berbalas pesan, dia selalu mengundang Bli untuk periksa mata secara gratis di tempat dia dulu bekerja. Dan kini, setelah ia memiliki usaha sendiri, Bli selalu ingin mampir ke sana.

Tapi, hal itu tidak berjalan semulus yang Bli bayangkan. Bli tidak tau apa yang ada di pikiran teman Bli. Tapi Bli merasa, dia pasti berpikir kalau Bli adalah seorang pembual, yang hanya membuang-buang waktunya saja. Bli beberapa kali berjanji untuk mampir ke tempatnya, tapi hal itu selalu saja tidak jadi. Mungkin teman Bli tidak berpikir demikian, tapi pasti ada sedikit kekecewaan dalam dirinya. 

Ketika dia akan membuka usahanya, dia meminta Bli untuk mendesain penataan ruang dalam, untuk usahanya. Tapi apa yang Bli lakukan? Bli secara terpaksa menolaknya, karena Bli masih harus berjuang untuk menyelesaikan kuliah, yang telah berjalan sangat lama ini. Bli benar-benar melewatkan setiap kesempatan baik untuk membantu orang-orang yang memerlukan Bli.

Bli sangat menyesal akan hal itu. Tapi Bli akan berjanji, saat ini, Bli masih melangkah untuk bangkit. Jika Bli benar-benar telah bangkit, dan bisa melihat kehidupan ini dengan lebih jernih, Bli sebisa mungkin akan ada bagi orang-orang yang memerlukan Bli. Bli akan menjadi seseorang yang dapat dipercaya. Karena, kepercayaan itu adalah sesuatu yang paling bernilai di dunia ini, melebihi apapun.

Catatan :

Gambar ilustrasi postingan ini dibuat dengan teknologi AI, menggunakan aplikasi WOMBO Dream - AI Art Generator. Teman-teman bisa menemukan aplikasi ini di Play Store, melalui tautan ini : WOMBO Dream - AI Art Generator. Terima kasih.

Komentar