Cerita Bli #17 - Pertanyaan Soal Cinta, Aku Belum Mengerti Benar Soal Ini
Aku selalu mempertanyakan ini di kepalaku. Jika di suatu tempat aku tiba-tiba bertemu dengan seorang wanita yang menarik hatiku, apakah yang menurutmu harus aku lakukan? Karena itu wanita "random", haruskah aku membiarkannya saja?
Dalam perjalanan kehidupan remajaku ini, aku sering kali mengalami momen-momen seperti itu. Saat aku jalan-jalan ke kampus tempat aku kuliah dulu, saat aku ke toko buku, atau bahkan saat aku sedang mengendarai motor.
Saat mengendarai motor, tentu aku tidak berniat berkenalan dengan mereka. Aku hanya mengagumi, seperti, "Ya Tuhan, wanita itu sungguh cantik sekali."
Kejadian yang paling sering aku alami itu saat di toko buku. Aku senang sekali melihat wanita yang sedang membaca atau membeli buku. Kadang aku melihat mereka membawa setumpuk buku yang kemungkinan akan mereka bawa ke kasir, untuk mereka beli. Setidaknya, aku bisa mengambil kesimpulan dasar, berarti, mereka adalah wanita yang senang menggunakan waktunya untuk kegiatan positif, yaitu ke toko buku, dan membaca buku. Mereka juga pastinya wanita yang kritis, cocok sekali untuk dijadikan pasangan, karena mereka pastinya sangat terbuka dan kritis untuk diajak berdiskusi kelak.
Begitu pula di kampus. Aku sering jalan-jalan ke kampus lamaku, pertemuan dengan wanita di kampus terasa lebih "random", karena aku tidak bisa mengidentifikasi dengan jelas apa hobi mereka. Tapi, tak dapat dipungkiri, aku merasa bahagia jika ada wanita yang menarik hatiku, dan ada rasa ingin mengajak mereka berkenalan.
Dan, iya tentu saja. Aku akan coba melakukannya. Aku harus melakukan itu. Tapi pertanyaann lainnya lagi muncul di pikiranku. Bagi pria, mereka mungkin mendambakan seseorang wanita cantik. Didampingi oleh sosok jelita di sampingnya adalah keinginan seorang pria. Bahkan hal ini sudah berjalan salama berabad-abad yang lalu. Kita pasti sering mendengar kisah tentang bagaimana pangeran, atau seorang raja rela menyerbu kerajaan lainnya hanya demi merebut permaisuri di kerajaan itu. Ini menunjukkan pria rela melakukan apapun, dan melanggar etika-etika moral, yang terpenting wanita jelita itu bisa berada di sampingnya.
Lalu bagaimana dengan wanita? Apa sebenarnya yang mereka butuhkan? Apakah mereka mendambakan karakter pria tertentu yang kelak mendampingi hidupnya?
Jika memang wanita memiliki standar tertentu bagi kehidupan cintanya, maka aku harus bisa menjadi pria seperti itu. Pengalamanku soal cinta itu minus, kurang dari 0. Selama 25 tahun aku hidup, aku belum pernah secara harfiah menjalin hubungan romantis sama sekali. Bahkan salah seorang temanku sampai heran, dan bertanya,
"Kok kamu belum punya pacar sih!??? Bukan cuma aku yang heran tau, bahkan Ibuku yang udah tua juga heran sama kamu."
Aku hanya tertawa terbahak-bahak menanggapi pertanyaan temanku itu. Tapi memang, aku selama ini hanya seperti seorang pengamat seni, yang menganggumi wanita, sebagai salah satu karya seni terindah yang Tuhan ciptakan. Aku tidak tau bagaimana menjelaskan hal ini ke temanku, bahkan ke diriku sendiri, hahaha. Lagian kenapa coba aku seperti itu.
Komentar
Posting Komentar