Cerita Bli #19 - Kebingungan dalam Kekaguman
Aku sering melihat video-video pertunjukan live X Japan di YouTube. Ketika mereka sedang live, dalam waktu-waktu tertentu, Yoshiki Hayashi sering kali, dan sering banget menjatuhkan diri secara dramatis, kadang dia berlenggak lenggok. Di tengah permainan pianonya, dia juga sering kali memukul pianonya dengan emosional. Menjatuhkan barang? Melempar barang? Menghancurkan set drum? Jangan ditanya lagi. Itu seolah hal yang lumrah bagi Yoshiki. Dan itu sungguh....apa ya...
"Dahlia" adalah salah satu lagu X Japan dalam album penuh terakhir mereka, yang bertajuk sama. Meskipun aku tidak mengerti bahasa Jepang, aku bisa merasakan betapa dalamnya emosi dalam lagu ini. Sama seperti lagu-lagu X Japan lainnya, terutama yang ditulis oleh Yoshiki, itu tidak hanya mengalir di telinga, tetapi juga merasuk ke dalam dada. Menyentuh sisi terdalam manusia, tempat kejujuran itu berada, yaitu perasaan.
Dalam penampilan X Japan di konser perpisahan mereka, "The Last Live", bulan Desember 1997. X Japan membawakan lagu "Dahlia" ini. Lalu apa yang terjadi? Tepat setelah lagu usai, Yoshiki melepas penyangga leher (cervicall collar)-nya, dan langsung menendang, memukul, dan melempar set drumnya. Secara harfiah, ya, dia menghancurkan set drum itu.
Setelah itu, Yoshiki tampak linglung, dan jatuh, seperti orang yang kelelahan, dan tidak sanggup berdiri. Itu seperti, dia mungkin akan meninggal dunia saat itu juga! Dia seperti sosok pangeran yang tidak sanggup lagi menampung campuran emosi di dadanya. Aku tau itu memang melelahkan. Namun, itu bukan kelelahan biasa, itu kelelahan yang dirasakan dari pelampiasan luapan emosi yang kuat seseorang.
Namun, aku tetap belum paham sepenuhnya mengenai hal itu. Perilaku Yoshiki yang seperti itu sulit ditebak dari sudut pandang pengamat, atau penonton. Yoshiki begitu impulsif. Tapi yang jelas, itu memberikan kesan "kebingungan dalam kekaguman" bagiku.
Otakku tak bisa berhenti berpikir seperti,
"Wah...dia orang gila, keren banget. Yoshiki ini gila, dia benar-benar gila. Orang ini keren."
Setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing. Itulah yang membedakan karakter seseorang dengan orang lainnya. Dan inilah kepribadian unik Yoshiki Hayashi. Kita tidak mengerti? Wajar, karena ini kepribadian miliknya, dan hanya Yoshiki-lah yang paling mengerti tentang dirinya.
Itu adalah luapan, atau pelampiasan emosional yang luar biasa. Menjadi sebuah karya seni, serta perilaku yang tidak kita mengerti sepenuhnya. Tapi kita tau bahwa semua itu adalah sebuah seni dengan kedalaman batin dan jiwa yang kuat. Aku percaya itu. Itu bukan sesuatu yang dangkal, ada suatu hal yang sangat dalam, dari apa yang terjadi di atas panggung X Japan. Aku merasa bersyukur pernah mengenal karya seni seperti ini di dalam hidupku.
Komentar
Posting Komentar