Cerita Bli #23 - Aku Ingin Bertanya Kepada Langit - Aku Tidak Ingin Jawabannya Masuk Ke Kepalaku, Aku Lebih Ingin Menghirupnya ke Dalam Hatiku
Jika aku berdiskusi dengan pikiranku sendiri soal eksistensi Tuhan, jawabanku adalah, ya, Tuhan itu ada. Aku mengakui, aku bukanlah orang yang sangat religius. Aku tidak rutin dan konsisten beribadah setiap hari. Namun, jika menyangkut diskusi tentang eksistensi Tuhan, aku mengakui keberadaannya.
Untuk menjelaskan ini secara visual, aku biasanya menggunakan perumpamaan air dan gula. Misalkan kita melarutkan gula itu ke segelas air, apakah gula itu akan nampak? Tidak bukan? Tapi, walaupun gula itu tidak nampak secara kasat mata, apakah itu pertanda, bahwa tidak ada gula dalam segelas air itu? Tentu tidak, faktanya adalah ada gula yang terlarut dalam air itu.
Perumpamaan tersebut memang tidak menjawab eksistensi Tuhan sepenuhnya, namun yang ingin aku sampaikan adalah, kita memang bisa berada dalam kondisi, di mana kita tidak bisa melihat sesuatu secara kasat mata, padahal sesuatu itu benar-benar ada di dalamnya. Itu saja.
Perumpamaan itu baru sebatas gula yang terlarut di dalam segelas air, belum lagi terkait dengan alam semesta ini. Apakah kita yakin, tidak ada sesuatu yang menyebabkan semua ini menjadi ada? Ingat pandangan kita sangat terbatas. Seyakin itukah kita, bahwa tidak ada sesuatu yang meresap ke dalam setiap atom, dari apa yang ada di alam semesta ini? Yakinkah kita?
Tidak, pasti ada sesuatu di balik semua ini. Sekarang begini, ingatlah bahwa kita hidup dalam kesadaran 3 dimensional. Bukankah 4 dimensional, 5 dimensional, dan seterusnya itu ada? Bagaimana jika, sesuatu yang kita sebut sebagai Dewa dan Dewi itu sebenarnya adalah makhluk, yang hidup dalam kesadaran 4, 5, atau 6 dimensional?
Ingatlah, makhluk 3 dimensional seperti kita, tidak akan mampu memahami seperti apa itu kehidupan di kesadaran 4 dimensional, apalagi 5, atau bahkan 6 dimensional.
Begitu juga mahkluk yang hidup di kesadaran 4 dimensional, mereka tidak akan mengerti bagaimana kehidupan dalam kesadaran 5 dimensional. Tapi dia mengerti sepenuhnya tentang bagaimana kesadaran 3 dimensional. Itu berjalan. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang hidup di kesadaran 5 dimensional, begitu juga seterusnya.
Kehidupan ini sangat misterius dan berlapis. Dan masihkah kita yakin bahwa tidak ada sesuatu yang membuat ini ada? Jika Tuhan itu benar-benar eksis, pada dimensi kesadaran berapakah Beliau "tinggal"? Dan jika memang sesuatu yang kita sebut sebagai "Tuhan" itu ada, apakah Beliau berwujud sebagai satu "oknum"? Atau Beliau adalah energi? Apakah Beliau tunggal? Atau apakah Beliau seperti air atau gas, dan mengisi ruang yang ada?
Dan yang lebih mendasar lagi, kenapa Beliau menciptakan kita dan dunia ini? Jika Beliau memang ingin menciptakan alam semesta ini, tujuannya apa? Kalau memang Beliau menciptakan kita untuk tujuan tertentu, dan benar-benar Beliau yang menciptakan kita dengan segala sifat yang ada, kenapa kita dijebloskan ke Surga, jika kita berbuat kebaikan, dan ke Neraka jika kita berbuat Kejahatan?
Kenapa Beliau mesti "repot-repot" membangun sistem yang sangat rumit ini? Dan yang sangat mendasar, kenapa kita mesti ada?
Komentar
Posting Komentar