Cerita Bli #24 - Apakah Itu Impian?

Sebenarnya, apa itu impian? Apakah istilah yang disebut "impian" itu benar-benar ada? Apakah impian itu hanya khayalan semata, dari seorang anak yang suka berimajinasi? Apakah impian itu hanya pelarian seorang anak dari kenyataan yang ada? Ataukah, impian itu memang sebuah pemikirannya yang matang dari seorang anak. 

Aku tidak tau apa itu impian. Karena selama ini, aku hanya "ada" saja di dunia ini. Aku hanya "ada", namun tidak pernah hidup. Dan itu sudah berlangsung selama 25 tahun. Aku "ada" sebagai penerus harapan orang tuaku, mewujudkan apa yang mereka harapkan untukku. Sebenarnya, itu adalah wujud cinta. Namun, tidak aku mengerti, entah kenapa, cinta seperti itu tidak membuatku "hidup". Apakah aku yang keras kepala? Mungkin iya, sebaiknya aku terjun ke bara api sekarang, karna otak-ku sudah rusak. Mungkin korteks prefrontal-ku juga sudah menyusut sangat kecil. Aku akan memurnikannya ke bara api. 

Aku memikirkan cerita ini, apakah kamu mau mendengarkan? Jadi seperti ini. 

Anak = A
Ibu = I

Ceritanya ini adalah kehidupan, saat sepeda motor belum ditemukan. 

A : "Ibu, coba bayangkan, jika kita bisa kemanapun tanpa berjalan lagi. Kita akan pergi kemanapun dengan mesin, namanya mesin motor. Kayaknya bagus deh, kalau ada mesin kayak gitu. Aku mau coba buat."

I : "Iya, tapi kamu kan lulusan Arsitektur. Arsitektur-nya jangan ditinggalkan ya?"

A : "Hmm...Iya Bu, akan aku coba"

(Si Anak menghabiskan waktunya di rumah untuk memperdalam struktur mesin kendaraan bermotor yang dia proyeksikan. Mesin ini jika dikembangkan, nantinya akan menjadi motor yang kita kenal sekarang.)

I : "Nak, kamu kenapa di rumah terus? Lihat, anak seumuran kamu itu udah pada kerja lo. Si itu, udah kerja di kantor X, si itu udah kerja di kantor Y. Keluar sekali-kali jangan di rumah terus."

A : "Tapi Bu, aku sedang mengembangkan mesin yang kita sempat bahas itu lo. Ibu, kalau mesin ini jadi, ini akan membantu banyak orang di luar sana. Kita bisa pergi kemanapun hanya dengan satu tarikan saja."

I : "Nak, ayo lah kerja. Ibu kan sudah menyiapkan kehidupan untukmu. Ibu menyekolahkan kamu di pendidikan Arsitektur, supaya sama seperti Ayahmu. Kalau kamu bekerja dengan Ayahmu, kan gampang. Kalau kamu salah, nanti ada yang bantu. Nak, jangan membuka jalan baru lagi. Ibu sudah membukakan jalan untukmu. Kamu jangan pusing-pusing lagi. Ibu sedih melihat kamu banyak pikiran."

A : "Tapi, Bu, ini kan aku sedang bekerja. Aku sedang mengembangkan apa yang aku proyeksikan. Aku sedang bekerja Bu, meskipun aku tidak pergi ke kantor seperti orang-orang."

I : "Memangnya ini menghasilkan uang? Cari pekerjaan yang pasti-pasti saja Nak. Jangan cuma mau berada di zona nyaman. Pikirkan nanti masa depanmu. Nanti kamu akan punya istri dan anak, mau kamu kasi makan apa mereka?"

A : "Tapi Bu, aku tidak sedang berada di zona nyaman. Semua ide itu harus dikerjakan dengan kerja keras. Meskipun aku antusias menjalani ini semua, dan berusaha mewujudkan ideku, tidak ada kenyamanan dalam proses ini. Aku harus bekerja keras. Ada banyak sekali disiplin ilmu yang perlu aku eksplorasi. Teman-temanku juga akan mulai datang ke rumah besok. Kami akan mengerjakan ide motor ini bersama-sama."

I : "Ya sudah Nak, kamu sudah besar, kamu juga tidak pernah salah. Kamu pintar, kamu pasti tau apa yang kamu lakukan. Ibu tidak akan melarang kamu, tapi juga tidak merestui kamu. Ibu bebaskan kamu memilih jalan yang kamu pilih. Tapi ingatlah, Ibu sudah membukakan jalan untukmu, dan sudah memberikanmu selembar kertas paling penting di dunia ini, yaitu Ijazah. Tapi, Ibu tetap berdoa dalam hati, semoga kelak hatimu terketuk untuk melanjutkan usaha ayahmu di Arsitektur, dan mengawasi proyeknya."

Dalam kasus ini, jika si anak (A), mengalah dan mengikuti kata-kata Ibunya (I), maka, kendaraan bermotor, yang kelak akan kita sebut sebagai sepeda motor tidak akan pernah ada. Dia akan melanjutkan usaha Ayahnya, mengikuti "jalan" yang Ibunya buatkan untuknya. Itu akan memberikan ketenangan bagi orang tuanya. 

Tapi, jika dia melawan Ibunya, dan lanjut mengerjakan proyek motornya, maka, sepeda motor, sebuah kendaraan bermotor yang akan membantu kehidupan banyak orang kelak akan tercipta. 

Jadi, apakah itu impian?

Komentar