Cerita Bli #26 - Saluran Kelenjar Ludahku Rusak - Ini Akan Menjadi Kali Pertama Kita Bertemu, Benar kan, Mukokel?

Pernahkah kamu mengalami Mukokel?

Aku pernah mengalaminya. Pengalaman Mukokel itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman Impaksi gigiku. 

Jadi ceritanya begini. Gigi bungsu kananku sedang Impaksi. Karena hal itu, aku hanya mengunyah menggunakan gigi-gigi bagian kiriku, dan menghindari mengunyah dengan gigi bagian kananku. Jika gigi bungsu kananku yang Impaksi itu digunakan untuk makan, dan dia mendapatkan tekanan berlebih, rasa nyeri pada gigi itu akan muncul tak lama kemudian, dan rasanya sangat tidak tertahankan. 

Sepanjang gigi bungsu kananku itu belum dicabut, aku selalu mengunyah dengan sisi mulut bagian kiri. Karena itu, aktivitas mengunyah-pun menjadi lebih sulit dan "menantang", karena aku mengunyah dengan cara yang tidak seimbang. Hal ini meningkatkan terjadinya resiko "kecelakaan" mulut. Seperti yang aku alami. Aku beberapa kali tanpa sengaja menggigit pipi bagian dalamku, dan itu menyebabkan sariawan. Mengalami sariawan, ketika gigi bungsu sedang Impaksi benar-benar pengalaman yang tidak nyaman. 

Kemudian yang paling parah adalah, ketika aku tanpa sengaja menggigit bibir kiri bagian dalamku. Yang kemudian akan menjadi cikal bakal terjadinya Mukokel itu. Bahkan, sampai sekarang-pun aku masih ingat dengan gigitan itu. Aku masih ingat, kejadian tergigit itu sangat keras, tubuhku saat itu sampai bergetar karena menahan sakit, dan terutama karena kaget. 

Aku memang cukup sering tanpa sengaja menggigit bagian mulutku, mungkin karena susunan gigiku yang sedikit tidak teratur. Namun memang, tergigitnya bibir kiri bagian dalamku saat itu, adalah yang paling keras, yang paling aku ingat. 

Setelah itu, aku cepat-cepat menyelesaikan makanku dan langsung minum dan lanjut berkumur. Aku menahan rasa perih dengan menjilati bagian yang tergigit itu, agar itu tidak kering. Beberapa saat kemudian, ketika aku sedang aku menghisap bibirku, aku merasakan seperti ada benjolan. Aku merasakan benjolan itu cukup besar, dan aku belum pernah mengalami ini sebelumnya. 

Karena penasaran, aku pun melihat ke cermin. Tampaklah sebuah benjolan bening kemerahan yang cukup besar di bibir dalam sisi kiriku, tepat di bekas gigitan tadi. Rasanya sedikit perih, namun masih bisa untuk ditahan. 

Aku yang belum pernah mengalami hal ini kemudian mencari informasi di internet. Ternyata aku mengalami Mukokel. Dari informasi yang aku dapat, ini termasuk tumor jinak yang bisa pulih dengan sendirinya. Aku menjadi lega dan tidak terlalu memikirkannya. 

Mulutku terasa semakin tidak nyaman. Aku mengalami kompilasi sakit mulut secara bersamaan, aku mengalami Sariawan, Mukokel, dan yang paling parah adalah Impaksi gigi bungsu. 

Mukokel itu tak kunjung sembuh. Bukan karena itu semakin parah, melainkan karena Mukokel itu sering kali tergigit lagi oleh gigiku. Gigi taring-ku lah yang sering menggigit mukokel itu. 

Ketika sewaktu-waktu aku kembali tanpa sadar menggigit Mukokel-ku, aku langsung pasrah dan berkata dalam hati, 

"Oh tidak, itu pasti membesar lagi."

Mukokel-ku berangsur-angsur pulih sesuai aku menjalankan Odontektomi, untuk mencabut gigi bungsu kanan bawahku. Aku lambat laun menjadi kembali bisa mengunyah dengan dua sisi gigiku. Hal ini membuat pengalaman mengunyah menjadi lebih normal dan optimal, dan aku hampir tidak pernah menggigit mukokel-ku lagi.

Kini, sekitar sebulan lebih setelah prosedur Odontektomi itu, Mukokel-ku memang masih ada. Tapi, ukurannya sudah jauh lebih kecil, dan aku rasakan mulai menghilang. Aku bahkan lupa kalau aku sedang mengalami Mukokel. Aku senang gejalanya sudah mulai menghilang. Odontektomi benar-benar merubah segalanya.

Komentar