Cerita Bli #30 - Perjalanan Ini Panjang, dan Ini Tanggung Jawabku

Aku ingin bercerita sedikit. Aku baru saja mengunjungi laman media sosial kakak kelasku dulu waktu kuliah. Kami sebenarnya tidak saling mengenal, namun kakak kelasku ini memang cukup terkenal di antara mahasiswa Arsitektur lainnya, karena dia memang pintar. Beberapa karya tugasnya bahkan digunakan sebagai pameran, jika ada suatu event. 

Ketika aku melihat laman media sosialnya, ternyata dia sudah semakin berkembang. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, jika kita bercermin melalui bagaimana rekam jejaknya selama berkuliah. Saat ini, dia benar-benar merintis dan berjuang di ranah Arsitektur serta Kontraktor. Melihat bagaimana usaha yang sedang dia bangun, aku merasa, pasti orang tuanya bangga kepadanya. Atau paling tidak, orang tuanya pasti lebih tenang, karena anaknya bekerja di sektor yang sangat baik, dan sungguh-sungguh di bidang itu. 

Aku membayangkan diriku sebagai orang tuanya, dan seperti itulah yang aku rasakan. Ketenangan batin karena anak bekerja di sektor yang baik, dan bangga dengan usahanya. Aku seolah sudah siap melepasnya untuk mengarungi kehidupan ini. 

Hal ini berbanding terbalik denganku. Aku memilih jalan musik, yang terbilang sebagai sektor yang sangat riskan dan penuh fluktuasi. Musik ini seperti konsep-konsep abstrak yang coba direalisasikan. Bagaimana coba, cara memastikan kestabilan ekonomi melalui metode tersebut? Memang bisa, tapi aku harus melakukan banyak hal, dan terutama harus menciptakan karya yang luar biasa. 

Aku tau dan sadar bahwa aku telah membuat orang tuaku khawatir. Aku menjadi seorang anak yang melangkah jauh, dari apa yang orang tuaku harapkan. Kalau dipikir-pikir lagi, aku lebih banyak mengecewakan dan mengkhawatirkan orang tuaku, alih-alih membuat mereka tenang dan bangga.

Komentar