Cerita Bli #31 - Aku Ingin Menumbuhkan Pohon Beringin Pada Tuts-tuts Pianoku
![]() |
| Tapi, bahkan pohon beringin yang besar pun perlu waktu untuk tumbuh bukan? |
Kalian tau? Apakah kalian merasa kalau aku bahagia melakukan ini? Aku ingin mengatakan, setiap kali aku menekan tuts-tuts piano, yang aku rasakan adalah... kesedihan. Aku memainkan nada-nada indah dari para komposer terdahulu. Ya, aku memainkan melodi-melodi indah tersebut. Tapi, di balik konsentrasi penuh saat menekan tuts-tuts piano itu, aku selalu berpikiran, "...Mau jadi apa aku nanti dengan hal ini...?"
Ada orang yang mengatakan, "...Jangan memilih pekerjaan, hanya karena semata-mata kamu menyukai hal itu. Itu kan cuma hobi aja, untuk nyenengin diri."
Atau,
"...Jangan mencari pekerjaan hanya semata-mata karena itu mudah saja."
Aku mendengarkan nasihat-nasihat seperti itu. Setelah aku pikir-pikir, hal itu memang ada benarnya. Di samping itu, aku memang memiliki ego yang tinggi. Aku tau, mereka mengatakan hal itu karena mereka mencintaiku.
Aku ingin bekerja di bidang apapun, sungguh. Aku orang yang tidak bisa diam, kalau aku hanya berdiam diri saja seharian, aku malah ingin menangis karena waktu-waktu yang terbuang.
Aku ingin bekerja di bidang apa saja. Tapi, ada satu kendala untuk aku bisa melakukan hal itu. Ada gelar kesarjanaan yang sangat berat, yang sedang aku pikul. Sebenarnya, aku bersyukur aku memiliki gelar kesarjanaan itu. Tapi... program studiku benar-benar "besar", dan itu adalah bidang yang terpandang di masyarakat.
Orang-orang sudah tau, kalau aku adalah sarjana di bidang itu. Kalau mereka melihatku bekerja di bidang lainnya, itu pasti akan menimbulkan citra yang tidak baik untukku.
Aku tidak tau harus melakukan apa lagi. Apakah kalian merasa kalau aku menekan tuts-tuts piano ini karena memang ini pilihanku? Jawabannya tidak. Aku bermimpi bekerja di bidang lain, yang lebih stabil.
Aku ingin berangkat pagi untuk bekerja, bertemu dengan orang-orang profesional, mendapatkan teman, lalu kembali pulang ke rumah dengan tenang, bercerita hal-hal baik yang terjadi hari ini ke kedua orang tuaku. Karena kehidupanku stabil, aku juga bisa mulai mencari pacar. Itu adalah skenario hidup yang sangat baik.
Tapi, aku apa? Aku bahkan tidak berani bertemu dengan saudara-saudara, karena aku malu menjawab pertanyaan, kalau aku belum bekerja. Aku ingin segera bekerja di bidang apapun yang aku mau, tapi ternyata tidak bisa semudah itu. Jujur saja, aku iri dengan orang-orang yang dengan bebas bisa menentukan pekerjaannya.
Satu-satunya harapanku sekarang adalah tuts-tuts piano ini, pulpen & kertas untuk menulis lirik, kemudian ponsel untuk merekam. Aku persembahkan ini semua untuk orang-orang yang aku cintai, dan orang-orang yang mencintaiku.
Dari lubuk hatiku, aku memohon maaf, karena kalian belum melihat apapun dariku saat ini. Tapi, bahkan pohon beringin yang besar pun perlu waktu untuk tumbuh bukan?
Catatan :
Gambar ilustrasi sampul pada postingan ini, dibuat dengan teknologi AI. Menggunakan aplikasi WOMBO Dream - AI Art Generator. Terimakasih

Komentar
Posting Komentar