Cerita Bli #35 - Bumi Menikah dengan Gliese 667 Cc

Cerita Bli #35 - Bumi Menikah dengan Gliese 667 Cc
"Aku akan...segera menikah, dengan Gliese 667 Cc. Kami sudah dekat sejak lama..."

Kalau aku melawak, reaksi teman-temanku biasanya seperti ini :

"....."

"....."

"Ha...ha..."

"Hoo..."

"....."

"Iya ya..."

"....."

Ketika seorang temanku yang sangat sosialis, melawak, walaupun terindikasi garing, reaksi teman-temanku akan :

"HAHAHAHA"

"Pfffttt....Hahahaha"

"Hyahahahahaha..."

"Wkwkwkwkwkw..."

"Awokawokawok..."

Hei! Itu tidak adil bukan???

Maksudku, ayolah...setiap pelawak memiliki hati dan harga diri, karena itu harus dihargai dengan tawa, iya kan? Setiap lawakan itu mewakili jiwa dari pelawaknya.

Baiklah kita beralih ke topik selanjutnya. Sebenarnya kejadian di atas itu tidak terlalu mengangguku. Aku juga sebenarnya mencoba melawak, bukan untuk melucu. Aku hanya ingin lebih terlibat secara sosial.  Dan itu menyenangkan, bisa bercengkrama dengan orang-orang baru, yang kelak akan bisa menjadi sahabat kita juga.

Ya, intinya kejadian di atas, aman-aman saja bagiku.

Tapi.....

Ada satu kejadian yang benar-benar menggangguku. Ini seperti, aku menyukai sebuah resep nasi goreng. Aku senang dengan resep itu, dan memuji pemasaknya. Padahal...kalau aku pikir-pikir lagi, resep itu ya... ditemukan oleh aku pada awalnya.

Jadi begini, awalnya aku dan teman-temanku ini membicarakan suatu topik. Kemudian, aku melemparkan candaan. Kalian tidak perlu bertanya lagi apakah candaan itu berhasil atau tidak.

Aku merasa mereka tidak ada yang tertawa. Tapi lagi-lagi aku berpikir kalau itu tidak apa-apa. Lagian kita tidak harus selalu lucu juga kan? Bersosialisasi adalah yang utama! 

Tapi tetap saja aku kepikiran, "Hmm...tadi suaraku terlalu kecil atau bagaimana ya? Atau memang lawakannya kurang mengena? Perasaan itu lumayan lucu deh..."

Setelah itu kami lanjut lagi ke pembahasan topik. Kami saling tertawa membicarakan topik itu, karena memang lucu. 

Sebenarnya itu topik 'circle' mereka sih, karena mereka memang sebaya dan pernah satu sekolah. Tapi topik itu benar-benar lucu dan kocak, aku tak bisa menahan tawaku, dan menggelengkan kepalaku, akan kekocakan cerita mereka.

Beberapa saat kemudian, seorang dari mereka melemparkan sebuah candaan, "Blablabla...blabla...Blablabla..."

Aku seperti tidak asing dengan candaan itu...

Eh! Itu kan lawakanku barusan! Wah! Ini bahaya sekali! Bisa-bisa itu tidak lucu... itu tidak akan berhasil. Kasihan sekali anak ini, padahal dia masih muda. Aku berharap aku bisa selalu mendukung dan menjaganya.

Setelah candaan itu, reaksi teman-temanku yang lain kemudian, 

"HAHAHAHA"

"Pfffttt....Hahahaha"

"Hyahahahahaha..."

"Wkwkwkwkwkw..."

"Awokawokawok..."

H-hei, apa-apaan ini? Mereka tertawa! Saat tadi aku melakukannya, perasaan mereka semua tidak ada yang tertawa deh. Tapi kenapa sekarang mereka semua malah tertawa, padahal candaan kami identik.

Masalahnya, aku pun juga ikut tertawa, hahahaha...

Ini benar-benar aneh! Aku tidak mengerti bagaimana spektrum ini bekerja. Aku tertawa, oleh candaan yang diucapkan seseorang, yang mana, orang itu menggunakan candaan yang aku buat sendiri.

Apa-apaan ini!? Apakah Theia kembali, dan akan menabrak Bumi lagi seperti 4,5 miliyar tahun yang lalu?

Setelah itu, Bulan kedua akan muncul, dengan nama "Lanbu".

Haa?

Haaa?

Haaaa?

Karena tabrakan itu pula, Bumi kemudian akan memiliki cincin. Planet-planet kemudian bertanya, 

"Wow...Bumi, kamu memiliki cincin sekarang."

"Itu indah sekali...."

"Kamu terlihat cantik!"

"Kamu terlihat sepertiku, memiliki cincin."

"Apa artinya itu?"

Lalu, Bumi dengan tersipu kemudian menjawab, "Aku akan...segera menikah, dengan Gliese 667 Cc. Kami sudah dekat sejak lama..."

Haa?

Haaa?

Haaaa?

Kalian tau tidak? Kalau aku menjadi seorang badut istana (Court Jester), mungkin Baginda Raja akan memanggilku ke hadapannya.

Beliau kemudian bersabda, 

"Wahai Court Jester-ku yang teramat lucu dan menghibur...Aku perintahkan kau untuk pergi ke hutan di daerah Timur. Temukanlah burung Merak jantan cebol bercorak harimau. Bawakanlah itu untuk peliharaan sekaligus teman bermain cucuku."

Aku dengan penuh kehormatan kemudian menjawab, "Baik Baginda raja, akan aku bawakan itu untuk Engkau dan Pangeran."

Kemudian, setelah aku cukup dalam memasuki hutan di daerah Timur, raja ternyata sudah menyiapkan unit khusus yang kemudian diam-diam memanahku dari jauh.

Hehe...

Catatan :

Gambar ilustrasi pada postingan ini dibuat menggunakan teknologi AI, melalui aplikasi WOMBO Dream - AI Art Generator.  

Komentar